GSA

Mari Bahas Tentang

Anak dengan Gangguan Spektrum Autism (GSA)

01

Apa itu GSA?

GSA adalah singkatan dari Gangguan Spektum Autism. GSA merupakan sebuah kondisi dimana anak mengalami gangguan pada sistem saraf pusat sehingga berdampak pada perilaku, komunikasi, dan interaksi sosial anak. Gejala ini sudah dideteksi dari usia sebelum 3 tahun yaa parents

ingin tahu pengertian lengkapnya yuk baca jurnal ini..

Konsep GSA

Di dunia terdapat 15-20 kasus dari 10.000 anak, dimana hal ini berarti 0.20% anak di seluruh dunia didiagnosis GSA. Jika di sesuaikan dengan angka kelahiran di Indonesia maka sekitar 6.900 anak di indonesia didiagnosis GSA pertahun

Sebelum adanya istilah GSA atau anak autism, anak dengan perilaku yang berbeda sering disalah artikan. Pada abad ke -18 dunia masih memandang anak GSA sebagai anak yang mengalami masalah pada kejiwaan. Namun pada abad ke -19 istilah “autis” mulai diperkenalkan hingga pada pertengahan abad ke-20 saat ini sudah banyak pemahaman mendalam tentang anak GSA. Kini kita mengenal anak GSA sebagai bagian dari keberagaman cara kerja otak manusia ( neurodiversity )

02

Penyebab GSA

Penyebab GSA kemungkinan besar diakibatkan oleh terjadinya kelainan struktur sel otak yang disebabkan oleh multifaktoral, artinya tidak ada satu faktor saja yang menjadi penyebab terjadinya kelainan struktur sel otak tersebut.
Namun terdapat beberapa hal yang memperkuat pemicu terjadinya kelainan struktur saraf pusat pada anak hal ini bisa terjadi pada saat kehamilan, pada saat anak lahir, ataupun saat anak telah lahir. Sebagian besar hal tersebut diantaranya adalah :

Penggunaan Obat pada saat kehamilan
Paparan asap rokok dan stress pada ibu hamil
Usia Orangtua pada saat melahirkan
03

Karakteristik

Karakteristik anak GSA ini beda sumber, beda lagi yang kita jumpai loh Parents, namun ada 2 sumber yang bisa kita jadikan patokan, DSM-V dan ICD-11 yaa… ini merupakan dua sistem klasifikasi diagnostik yang digunakan di dunia untuk mengklasifikasikan dan mendiagnosis anak GSA. Nah untuk karakteristik dari DSM-V dan ICD-11 ini ada banyak yaa parents, beberapa aspek utamanya ada :

Gangguan pada Bahasa – Bicara
Gangguan pada Perilaku
Gangguan pada Sosial – Emosi
terjadi pada usia < 3 tahun
tidak disertai gangguan penyerta
Menurut DSM – V ( Diagnostic and Statistical Manual of Mental Disorders, Fifth Edition )

Kriteria karakteristik berdasarkan DSM-5 menyatakan bahwa anak harus mengalami defisit yang persisten dalam semua area komunikasi dan sosial (Kriteria A) dan setidaknya dua kriteria perilaku repetitif (Kriteria B).

Kriteria A
Defisit dalam respon timbal balik social emosional
  1. kesulitan dalam memulai atau mempertahankan percakapan dua arah
  2. berbagi minat, emosi, atau afek yang sangat terbatas
  3. Kegagalan untuk merespons atau mengambil inisiatif dalam interaksi sosial.
  4. kurangnya interaksi sosial sepenuhnya
Defisit dalam perilaku komunikasi non verbal yang digunakan untuk interaksi social
  1. Penggunaan kontak mata yang buruk, terbatas, atau tidak sesuai.
  2. Kesulitan memahami dan menggunakan ekspresi wajah, postur tubuh, dan gerak tubuh
  3. Kurangnya integrasi antara komunikasi verbal dan nonverbal (misalnya, apa yang diucapkan tidak selaras dengan ekspresi wajah).
Defisit dalam mengembangkan, mempertahankan, dan memahami hubungan
  1. Penggunaan kontak mata yang buruk, terbatas, atau tidak sesuai.
  2. Kesulitan memahami dan menggunakan ekspresi wajah, postur tubuh, dan gerak tubuh.
  3. Kurangnya integrasi antara komunikasi verbal dan nonverbal (misalnya, apa yang diucapkan tidak selaras dengan ekspresi wajah).
Kriteria B
Pola gerakan motorik, minat, atau aktivitas yang stereotipik atau repetitive
  1. Stereotypies motorik sederhana (misalnya, mengipas-ngipaskan tangan, menggoyang-goyangkan badan, memutar-mutar tubuh.
  2. Menyusun mainan atau membalik-balik objek.
  3. Echolalia (mengulang ucapan yang didengar).
  4. Penggunaan frasa idiosinkratik (pola bicara yang unik atau diulang-ulang tanpa konteks).
Keinginan yang kuat untuk hal-hal yang seragam, mematuhi pola rutinitas yang kaku, atau pola perilaku ritualistik baik verbal maupun non verbal
  1. Sangat tertekan oleh perubahan kecil dalam rutinitas
  2. Memiliki pola pikir yang kaku.
  3. Menuntut mengikuti ritual tertentu
Minat yang sangat terfiksasi dan terbatas yang jelas tidak normal dalam hal intensitas atau focus
  1. Keterikatan yang kuat atau preokupasi dengan objek yang tidak biasa
  2. Minat yang sangat terbatas pada topik tertentu yang tidak lazim bagi usianya
Hiper atau hipo-reaktivitas terhadap input sensori atau minat yang tidak biasa terhadap aspek sensoris dari lingkungan
  1. Tidak peduli terhadap rasa sakit atau suhu.
  2. Respons yang berlebihan atau kurang terhadap suara, tekstur, cahaya, bau, atau rasa tertentu.
  3. Mengendus atau menyentuh objek secara berlebihan.
  4. Daya tarik visual yang tidak biasa terhadap cahaya atau gerakan.
Kriteria Lainnya
  1. gejala harus muncul pada periode perkembangan awal (0-3 tahun).
  2. Gejala-gejala yang muncul menimbulkan gangguan yang signifikan dalam hubungan sosial, okupasional, atau area fungsi penting lainnya.
  3. Gangguan-gangguan yang timbul tidak bisa disertai dengan adanya disabilitas intelektual atau gangguan perkembangan lainnya
Menurut ICD – 11 ( International Classification of Diseases, 11th Revision )
Adanya defisit yang persisten dari kemampuan untuk memulai dan mempertahankan interaksi dan komunikasi sosial secara timbal balik :
  1. Kesulitan dalam memahami dan menggunakan isyarat sosial nonverbal
  2. Kesulitan dalam mengembangkan, memelihara, dan memahami hubungan
  3. Defisit dalam resiprositas sosial-emosional
  4. Defisit dalam penggunaan komunikasi verbal dan nonverbal untuk interaksi sosial
Adanya sejumlah pola perilaku, minat atau aktivitas yang terbatas, repetitif dan kaku yang jelas sebagai sesuatu yang atipikal atau berlebihan untuk umur individual dan dalam konteks sosial budaya :
  1. Perilaku motorik atau verbal yang stereotip dan berulang
  2. Kekakuan yang berlebihan dan ketaatan yang tidak fleksibel terhadap rutinitas atau ritual
  3. Minat yang sangat terbatas dan terfokus
  4. Hiper- atau hipo-reaktivitas terhadap stimuli sensorik atau minat yang tidak biasa pada aspek sensorik lingkungan
04

Hal yang Harus Dilakukan Sejak Awal

Jika Parents sudah membaca pengertian, dan karakteristik dari GSA itu, selanjutnya mungkin Parnets akan merasa denial dan bingung harus melakukan apa…. tidak usah cemas Parents !
Ada beberapa hal yang harus Parents Lakukan :

Observasi dan Dokumentasi di Rumah
Lakukan Diagnosis dan Asesmen bersama Ahli
Lakukan Intervensi Secara Berkala
05

Intervensi Anak GSA

Mungkin Parents lebih akrab dengan istilah “terapi” namun pada ranah pendidikan kita sebut dengan “Intervensi” yaa.

Intervensi adalah tindakan terencana yang dapat dilakukan untuk si buah hati. Intervensi ini ada banyak banget yang bisa kita berikan pada anak GSA loh parnets.. tapi.. jika ingin melakukannya dirumah parents harus konsultasikan dan dapat pengarahan dari ahli dulu yaa.. !


Applied Behavior Analysis (ABA)

ABA adalah sejenis intervensi yang terdiri dari prosedur bertahap disetiap fasenya, ABA ini dilakukan untuk mengubah perilaku yang tidak diinginkan dan memperkuat perilaku yang diharapkan.

Developmental, Individual Differences, Relationship-based approach (DIR)

DIR adalah intervensi yang berpusat pada anak dengan mengikuti minat dan inisiatif anak untuk membawa mereka masuk kedalam interaksi yang terarah

Okupasi

Terapi okupasi adalah bentuk intervensi yang berfokus pada membantu anak dalam aktivitas sehari hari yang bermana. Dimana fokus intervensi ini adalah : integrasi Sensorik, Motorik, Sosial dan bermain, Keterampilan hidup sehari-hari

Wicara

Merupakan sebuah intervensi yang berfokus pada peningkatan komunikasi fungsional anak secara keseluruhan, baik lisan, nonverbal, maupun sosial.

Parent-Child Interaction Therapy (PCIT)

Merupakan intervensi pembinaan orangtua yang didukung pada penelitian dan berakar pada analisis perilaku. Intervensi ini tergolong jenis intervensi yang melibatkan interaksi antara orangtua dan anak secara total

Intervensi Bermain

Merupakan intervensi yang memanfaatkan aktivitas bermain untuk memfasilitasi perkembangan motorik, komunikasi, social dan emosi mereka.

Obat Obatan

Pemberian biasanya bukan sebagai terapi utama untuk “menyembuhkan” autisme itu sendiri, melainkan untuk mengelola gejala-gejala penyerta yang dapat mengganggu kualitas hidup anak dengan anjuran dokter yang berwewenang

Sensori Integrasi

Intervensi Sensori Integrasi didasarkan pada teori kesulitan perilaku dan belajar pada GSA berasal dari ketidakmampuan otak anak GSA untuk memproses, mengorganisasi dan merespons informasi sensorik dari lingkungan, oleh karena itu ketertinggalan atau kesalahan yang ada harus dijemput kembali melalui SI. Beberapa bagian dari SI yang dijemput adalah : (1) Vestibular (gerakan dan keseimbangan), (2) Propioseptif (kesadaran tubuh), (3) Taktil (sentuhan), (4) Visual dan Auditory

Intervensi Integrasi Auditory (AIT)

AIT dikembangkan sebagai teknik untuk meningkatkan sensitivitas suara abnormal pada individu dengan gangguan perilaku atau pada anak GSA.

Hydro Therapy

Hydrotherapy adalah jenis intervensi yang dilakukan untuk anak GSA memanfaatkan penggunaan Hydro atau Air dalam proses pelaksanaannya untuk perkembangan motorik kasar anak

Intervensi Musik

Terapi musik adalah suatu pendekatan intervensi yang memanfaatkan musik sebagai alat untuk meningkatkan kemampuan keterampilan berkomunikasi, ekspresi emosi, fokus perhatian, interaksi sosial, dan keterampilan esensial lain pada individu dengan GSA

Terapi musik ini dilakukan dengan banyak cara yang bersangkutan dengan musik terhadap anak GSA. Bisa dengan diperdengarkan, bernyanyi, memainkan musik, menirukan, improvisasi, menulis maupun memilih

Intervensi Biomedis

Intervensi Biomedis ini menekankan pada kandungan zat lain yang bisa membantu kinerja saraf dan pencernaan pada anak GSA dengan mengesampingkan penggunaan obat obatan ilmiah. Hal ini dapat dilakukan dengan :

1) Menyembuhkan kinerja usus.
2) Diet pada anak GSA.
3) Meningkatkan pencernaan.
4) Pengobati gejala dan patologi.
5) Pemberian suplemen

penting untuk diingat yaa Parents.... jangan cemas dan take a breath dulu... setiap anak itu merupakan individu yang unik dan memiliki perjalanan yang berbeda beda, hal itu yang membuat mereka istimewa dan berharga. Label "autisme" hanya membantu kita memahami cara otak mereka bekerja agar kita bisa menjadi orangtua terbaik bagi mereka yaaa !